breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Cara Mengenali Minat sebelum Memilih S2 Ilmu Komunikasi
Kenali minat jurusan S2 Ilmu Komunikasi lewat pengalaman kerja, latihan merumuskan pertanyaan riset, refleksi diri, dan eksplorasi teori komunikasi.
Minat melanjutkan S2 Ilmu Komunikasi tidak selalu muncul karena seseorang sudah memiliki topik penelitian yang matang.
Kadang ketertarikan justru terlihat dalam pekerjaan sehari-hari: menyusun pesan, membaca respons audiens, mengevaluasi reputasi organisasi, atau bertanya mengapa satu strategi komunikasi berhasil sementara strategi lain tidak.
Jika pertanyaan seperti itu terus muncul, jangan langsung menyimpulkan bahwa S2 Ilmu Komunikasi pasti menjadi pilihan yang tepat. Catat persoalan yang membuat penasaran, coba membaca kajian pengantar, lalu lihat apakah Anda ingin memahaminya lebih dalam.
Saat Menyusun Pesan, Apa yang Ingin Anda Pahami Lebih Jauh?
Pekerja humas dan komunikasi organisasi terbiasa menyusun pesan untuk berbagai audiens.
Namun, pesan yang menurut organisasi sudah jelas belum tentu diterima dengan makna yang sama oleh publik.
Anda mungkin mulai bertanya mengapa respons audiens berbeda, bagaimana pilihan kanal memengaruhi penerimaan pesan, atau mengapa reputasi sebuah organisasi dapat berubah setelah peristiwa tertentu.
Pertanyaan yang terus muncul dapat menjadi tanda bahwa Anda tertarik bukan hanya menjalankan komunikasi, tetapi juga memahami proses dan dampaknya secara lebih sistematis.
Bagaimana Rutinitas Humas Membantu Mengenali Minat?
Coba catat tiga jenis aktivitas dalam pekerjaan.
Pertama, aktivitas yang membuat Anda terus penasaran. Kedua, aktivitas yang terutama dilakukan karena tuntutan pekerjaan. Ketiga, persoalan yang tetap ingin Anda pahami meskipun tugasnya sudah selesai.
Misalnya, Anda mungkin menikmati proses menelaah respons audiens setelah sebuah kampanye, tetapi kurang tertarik pada bagian administratifnya.
Pisahkan juga antara minat, kemampuan saat ini, kebutuhan kualifikasi, dan hambatan waktu.
Pada jenjang magister, pertanyaannya bukan hanya “apakah saya suka komunikasi?”, tetapi juga “persoalan komunikasi apa yang ingin saya pahami lebih dalam dan apakah saya tertarik menelaahnya melalui teori serta penelitian?”
Coba Aktivitas Sederhana untuk Menjelajahi Teori Komunikasi
Pilih satu persoalan komunikasi fiktif atau situasi yang pernah Anda temui.
Misalnya, sebuah organisasi menyampaikan pesan yang sama melalui dua kanal, tetapi respons audiens berbeda.
Baca satu atau dua bahan pengantar mengenai komunikasi organisasi atau audiens. Setelah itu, rumuskan satu pertanyaan yang menurut Anda menarik untuk diteliti.
Mengapa responsnya berbeda? Apakah karakter audiens berpengaruh? Apakah pilihan kanal, pesan, atau konteks turut membentuk hasil?
Latihan ini bukan penilaian kemampuan akademik. Tujuannya adalah melihat apakah membaca teori justru membuat Anda ingin bertanya lebih jauh.
Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S2 Ilmu Komunikasi
S2 Ilmu Komunikasi memperdalam strategi komunikasi, media, riset, dan reputasi organisasi.
Rasa ingin tahu dari pekerjaan dapat dipetakan ke teori komunikasi, riset audiens, komunikasi organisasi, evaluasi strategi, maupun pengelolaan reputasi.
Misalnya, ketertarikan pada respons publik dapat berkembang menuju riset audiens. Pertanyaan tentang efektivitas pesan dapat mengarah pada evaluasi strategi komunikasi.
Untuk melihat gambaran program secara lebih jelas, Anda dapat membaca halaman S2 Ilmu Komunikasi FISIP UMJ.
Baca juga: Pelajari S2 Ilmu Komunikasi FISIP UMJ
Dari Minat Belajar menuju Kemampuan Analisis Komunikasi yang Lebih Dalam
Pengalaman kerja dapat menjadi sumber pertanyaan yang relevan untuk diperdalam pada jenjang magister.
Namun, pengalaman tersebut perlu dihubungkan dengan teori, data, metode penelitian, dan kajian ilmiah agar analisisnya menjadi lebih terstruktur.
Mulailah dari satu persoalan komunikasi yang benar-benar membuat Anda penasaran.
Cari beberapa bacaan pengantar, bandingkan cara persoalan tersebut dijelaskan, lalu catat bagian mana yang masih ingin dipahami.
Jika bagian tertentu terasa sulit, gunakan itu untuk mengenali bekal yang perlu diperkuat, seperti menulis akademik, literasi media, presentasi, atau metode penelitian.
Proses tersebut dapat membantu Anda melihat apakah S2 Ilmu Komunikasi benar-benar menjadi bidang yang ingin dipelajari secara lebih serius.
Kenali S2 Ilmu Komunikasi RPL di FISIP UMJ
FISIP UMJ menyediakan S2 Ilmu Komunikasi melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan metode Hybrid Learning.
Jadwal yang tercantum adalah Jumat pukul 17.00–20.30 dan Sabtu pukul 08.00–17.00.
Bagi pekerja, jalur RPL dapat menjadi bagian dari eksplorasi jika memiliki pendidikan atau pengalaman relevan yang ingin diajukan untuk dinilai.
Namun, pengalaman kerja tidak otomatis dikonversi menjadi sejumlah SKS tertentu. Pengakuan pembelajaran, jumlah SKS yang dapat direkognisi, dan dampaknya terhadap masa studi baru dapat diketahui melalui asesmen resmi sesuai ketentuan kampus.
Informasi kampus dapat ditelusuri melalui kanal FISIP UMJ, sedangkan rincian program tersedia pada halaman S2 Ilmu Komunikasi FISIP UMJ.
Langkah berikutnya cukup sederhana: pilih satu persoalan komunikasi yang paling dekat dengan pengalaman kerja Anda, baca satu atau dua kajian terkait, lalu rumuskan pertanyaan yang masih ingin dipahami.
Jika ingin mengeksplorasi RPL, siapkan gambaran pendidikan terdahulu dan pengalaman yang relevan untuk dibahas dengan PMB. Jika menggunakan contoh dokumen pekerjaan, samarkan informasi organisasi, klien, data internal, atau materi komunikasi yang bersifat sensitif.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus FISIP UMJ • Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Jakarta Selatan 15419
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Muhammadiyah Jakarta FISIP. All rights reserved.
FISIP UMJ